Selasa, 26 Desember 2017

Pru Medical Network, Rawat Inap Lebih Mudah di 42 Rumah Sakit Unggulan


source : www.prudential.co.id
Pernah mengalami sakit yang mengharuskan kita menginap di Rumah Sakit alias rawat inap? Dulu saya pernah, karena beberapa persoalan yang menjadi pikiran dan akhirnya saya mengalami stress yang mengakibatkan maag kronis saya kambuh. Karena setiap makanan dan minuman yang sudah tidak dapat di terima dalam lambung, hingga saya harus di infus. 

Untuk mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit itu ternyata tidak mudah, harus menunggu ketersediaan kamar, hubungan dengan provider Asuransi dan lain-lain. Selagi urusan dengan segala proses administrasi, saya sebagai pasien cukup menderita karena menunggu lama. Sampai dalam hati saya berdoa, duh semoga ini terakhir kali saya mengalami rawat inap. 

Sampai saat ini Alhamdulillah saya belum pernah lagi masuk rumah sakit untuk menginap. Pernah satu kali kecelakaan, namun syukurlah tidak parah, hanya berbaring sejenak di ruang gawat darurat dan karena tidak terlalu parah lukanya, hanya mendapat 1 botol infus saja dan di perbolehkan pulang. itu pun saya tidak pakai asuransi, karena urusan administrasi yang rumit. 

Sejak itu saya berpikir, bagaimana jika suatu saat saya memiliki penyakit yang mengharuskan saya untuk di rawat. Apa proteksi yang saya miliki cukup untuk mengcover semua yang saya derita? Atau kalaupun saya memiliki asuransi cukup nyamankah saya apabila menggunakannya? Bisakah Asuransi memberikan kemudahan dan perlindungan jika saya harus rawat inap?

Baca Juga : Pentingnya Asuransi

Peluncuraan  PRU Medical Network

Pada 16 November 2017 lalu yang bertempat di Prudential Center, Kota Kasablanka telah di luncurkan Pru Medical Network oleh PT. Prudential Life Insurance (Prudential Indonesia). Dimana dengan adanya PRU Medical Network akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah Prudential Indonesia dalam mendapatkan perlindangan untuk rawat inap. Program PRU Medical Network ini tersedia di 42 Rumah Sakit yang di kelola oleh Siloam, Mayapada, Mitra Kelurga, dan Royal Taruma di seluruh Indonesia. 

Dalam kesempatan itu pula Jens Reisch, Presiden Direktur Prudential Indonesia menyampaikan," Kami sangat bersyukur dapat meluncurkan PRU Medical Network yang memberikan layanan eksklusif bagi nasabah kami sejak masuk, selama perawatan, hingga keluar rumah sakit."
Beliau juga menyampaikan rasa senangnya bermitra dengan empat rekanan penyedia jasa kesehatan yang memiliki jaringan luas di Indonesia dan memiliki kesamaan misi untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan terbaik untuk nasabah, sehingga pasien dan keluarga dapat fokus untuk pemulihan diri.

Keunggulan PRU Medical Network

PRU Medical Network juga di perkuat dengan layanan unggulan Prudential Indonesia lainnya, yakni PRUhospital friend dan PRUhospital line.



PRUhospital friend telah hadir lebih dahulu dan sudah hadir di sejumlah rumah sakit di Indonesia, merupakan petugas perwakilan Prudential yang khusus di tempatkan untuk membantu nasabah secara administrasi, sehingga pasien dan keluarganya tidak akan mengalami kerepotan untuk urusan administrasi rumah sakit. dan pasien akan jauh lebih tenang untuk proses penanganan di rumah sakit.

PRUhospital line merupakan layanan alternatif , yaitu saluran telephone khusus untuk petugas rumah sakit terkait agar dapat berhubungan / kontak langsung dengan pihak Prudential untuk kebutuhan rawat inap nasabah sebagai pasien terpenuhi apabila di rumah sakit tersebut tidak memiliki PRUhospital friend.

Nah, selain layanan PRUhospital friend dan PRUhospital line tersebut, kini di lengkapi dengan layanan PRU Medical Network yang memiliki keunggulan sebagai berikut :

  • Jaminan ketersediaan kamar rawat inap, dimana kita sebagai pasien berhak untuk mendapatkan kenaikan fasilitas kamar jika kelas kamar yang telah di tentukan tidak tersedia. Dan kita cukup membayar sesuai kamar awal. 
  • Bagi keluarga pasien selama pasien dalam perawatan mendapatkan fasilitas tambahan seperti voucher makanan dan/atau minuman, bantal, boneka, dan fasilitas lainnya yang mendukung agar keluarga pasien juga merasakan kenyamanan saat menemani pasien.

List Rumah Sakit Rekanan PRU Medical Network

Karena semakin meningkatnya kebutuhan nasabah atas kenyamanan dan kemudahan dalam pelayanan rumah sakit yang berkualitas, maka dengan hadirnya PRU Medical Network dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Berikut list rumah sakit rekanan untuk PRU Medical Network:





Sabtu, 23 September 2017

Si Iteung yang Nyebelin



Sore ini di bikin kesel sama Iteung. Pasalnya lagi enak-enak ngetik dia langsung naik meja dan  merusuh gangguin. Sebenarnya bukan sekali dua dia naik ke meja makan (yang kosong) tapi sering banget. Sampai kadang karena emosi saya paksa Iteung untuk turun. 

Dia naik ke meja sebenarnya saya tahu alasannya, yaitu minta makan. Tapi terkadang walaupun barusan saja dia makan, dia tetap mengeong minta makan lagi. Dan dia ga suka makanan kering / dry food. Mungkin bagi dia dry food adalah cemilan, makan yang benar adalah makanan basah (wet food).

Emang sih kalau sudah di kasih makanan basah, dia jarang ngikutin lagi kemana kita jalan. Paling dia bersih-bersih mulut lalu main. Gejala ini sebenarnya sudah lama saya perhatikan. Cuma kan repot kalo ga ada orang di rumah gimana kasih makanan basahnya? lagipula makan makanan basah saja kurang bagus untuk kesehatan ginjalnya. paling tidak harus di campur dengan makanan kering. Dan makanan basah hanya boeh di berikan seminggu 1 kali. Tapi kalo makan dry food dia akan terus merasa lapar dan ga akan berhenti mengeong.

Awalnya saya curiga kalau dia cacingan, tapi dia belum lama kok di kasih obat cacing dari dokter. Perutnya pun ga buncit seperti layaknya kucing cacingan. Atau di pupnya ga ada juga cacing yang keluar.Jadi saya menyimpulkan bahwa si Iteung memang haya menyukai wet food sebagai makanan beratnya.

Sakura, Brownies, dan Poty, tidak ada yang bertingkah laku seperti Iteung yang agresif dalam hal makanan. Mereka lebih mau menerima makanan apapun yang di berikan, Kalaupun misalnya mereka tak suka dengan makanannya, mereka tidak akan mengeong lantang dan agresif.

Jika kebetulan saya sedang ada di rumah dan sedang melakukan pekerjaan yang biasanya selalu di ganggu Iteung, salah satu cara saya untuk meredam keagresifannya dalah memasukkan dia ke dalam kandang setelah makan.  Biasanya setelah makan, kucing akan pup atau pip, nah setelah itulah mereka dapat kita masukkan ke kandang tanpa repot menaruh bak pasir didalamnya. Dengan begitu saya bisa tenang melakukan pekerjaan saya.

Saat dimasukan kandang, si Iteung biasanya diam atau tidur (karena abis makan, kucing akan mengantuk). Dan ketika saya sudah selesai maka si Iteung akan saya keluarkan dari kandang dan membiarkan dia untuk main. Jadi untuk sementara ini, itulah yang saya lakukan agar tidak terganggu oleh Iteung.

Liza


Kamis, 21 September 2017

Asuransi Jiwa, Investasi sekaligus Proteksi.. Perlukah?



Asuransi itu apa sih? Perlu ga sih kita tahu tentang asuransi? Dan apa sih manfaatnya buat kita? 

Asuransi adalah perjanjian antara antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang di harapkan. Atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti; atau untuk memberikan suatu pembayaran yang di dasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang di pertanggungkan. (sumber; Ir. Muhammad Syakir Sula, AAIJ, FIIS - Asuransi Syariah Life and General) 

Perusahaan Asuransi adalah salah satu lembaga keuangan non Bank yang saat ini pengoperasiannya juga di awasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di mana terdiri dari 2 jenis Perusahaan Asuransi, yaitu Asuransi Umum (General Insurance) dan Asuransi Jiwa (Life Insurance). 

Asuransi Umum (General Insurance) biasanya memberikan pertanggungan untuk harta benda, pengangkutan, atau konstruksi. Sedangkan Asuransi Jiwa menawarkan proteksi lebih kepada Manusianya, baik kematian, kesehatan, pension atau pendidikan. 
  
Dalam Asuransi Umum (General Insurance), premi yang telah di bayarkan untuk periode masa pertanggungan 1(satu) tahun tidak dapat di kembalikan atau di tarik dalam bentuk cash kembali apabila tidak terjadi klaim. Dengan kata lain premi akan hangus. 

Sedangkan dalam Asuransi Jiwa (Life Insurance) umumnya premi di bayarkan setiap bulan dengan nominal tertentu yang telah di sepakati antara kita (Tertanggung) dan pihak Asuransi (Penanggung). Biasanya premi tersebut dibayarkan selama kurun waktu tertentu, untuk 5 atau 10 tahun. Apabila dalam kurun waktu tersebut tidak terjadi klaim, maka kita sebagai Tertanggung hanya akan mendapatkan nilai investasi dari premi yang disetorkan setiap bulannya. Nilai investasi akan tergantung dari tinggi / rendahnya investasi pada saat itu. Itu pun apabila kita memilih asuransi jiwa dan investasi sekaligus. 



Jadi dalam Asuransi harus ada kesepatan kedua belah pihak terlebih dahulu untuk terjadinya perjanjian, dan kita di sini sebagai tertanggung pun memiliki hak untuk mengetahui apa manfaat dari asuransi yang kita beli.

Pada asuransi kesehatan misalnya, akan sangat bermanfaat apabila pada suatu ketika kita terdiagnosa berpenyakit kritis, dimana untuk penyembuhannya membutuhkan biaya yang pastinya sangat besar. Karena sakit bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Jika tidak memiliki asuransi maka akan sangat sulit untuk memenuhi biaya pengobatan bila kita tidak memiliki pendapatan dan tabungan yang mencukupi. Sedangkan dengan asuransi, maka seluruh biaya bisa ter-cover sesuai dengan jenis asuransi yang kita miliki tanpa kita sendiri mengeluarkan biaya. 

Karena asuransi merupakan jaminan atas suatu resiko. Resiko yang pasti adalah kematian karena manusia pasti mati, walau waktunya kita tak pernah tahu. Tapi dengan memiliki asuransi jiwa misalnya, pada saat kita mati, maka kita akan meninggalkan “sesuatu” untuk anak dan keluarga kita. Apalagi kalau kita merupakan tulang punggung keluarga, sehingga keluarga yang di tinggalkan terutama anak-anak tak perlu bersusah hati untuk meneruskan kehidupannya. Dengan begitu bukankah kita juga melakukan sebuah kebaikan untuk keluarga yang kita tinggalkan?

Liza


 






Kamis, 19 Januari 2017

Demi Cinta, Ricky Harun Belajar Mengenal Wanita





Judul Film               : DEMI CINTA
Genre                       : Drama Komedi
Production House    : MNC Pictures
Executive Producer : Affandi Abdul Rachman
Producer                  : Toha Essa
Director                   : Azhar "Kinoi" Lubis
DOP                         : Halaston Pakpahan
Script Writer            : Syamsul Hadi - Fatmaningsih Bustamar
Pemain                     : Ricky Harun, Tora Sudiro, Nasya Marcella, Titi Kamal, Barry Prim, Oki Setiana Dewi


Ricky Harun berperan sebagai Bagus dan Tora Sudiro berperan sebagai Masbin. Keduanya adalah sepupu yang rela berkorban apapun demi cinta. Semua berawal dari seorang gadis cantik yang tinggal di seberang kamar mereka di sebuah rumah susun yaitu Cempaka yang diperankan oleh Farali Khan. Bagus jatuh cinta kepada Cempaka, namun hanya berani memperhatikan dari jauh. Menurut Masbin, untuk bersanding dengan gadis secantik Cempaka maka Bagus harus kaya dan memiliki pekerjaan sebagai Manager. Maka dengan tekad yang kuat Bagus melamar pekerjaan sebagai Manajer di berbagai kantor di Ibukota namun selalu gagal. 

Bagus mengambil jalan pintas dengan menerima tawaran Syamsudin yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana untuk bekerja pada Toni (Barry Prima). Bagus tidak memenuhi syarat untuk menjadi anak buah Toni karena tidak berpengalaman melakukan kejahatan. Akhirnya untuk pertama kali Bagus dan masbin pun melakukan kejahatan dengan menculik anak dari seorang wanita kaya bernama Amara (Titi Kamal). Dan merekapun terjebak dalam petualangan bersama anak yang di culik dan baby sitter yang terbawa oleh mereka, Sandra yang diperankan oleh Nasya Marcella. Dalam petualangan itulah perasaan Bagus yang sebenarnya terungkap.

Bagi penggemar film drama komedi, film ini recommended banget. Sepanjang menonton film ini, saya selalu ketawa ngakak menikmati jalan cerita dan kejutan-kejutan dari jalan cerita dan kareakter para tokohnya. Tora Sudiro ga usah di tanya deh kalau soal akting, untuk genre komedi doi emang jagonya. Kepolosan Bagus yang diperankan Ricky Harun "dapet" banget. 

Polos karena cinta,  melakukan kejahatan yang pertama kali dia lakukan, bahkan polos dalam mengenal karakter wanita. Saat bilang tidak, tandanya iya. Dan saat bilang iya, artinya adalah tidak. Nah bingung kan? Tapi di situlah penulis skenarionya mengolah menjadi komedi yang mampu mengocok perut karena saking lucunya melihat si Bagus.

Dari semua adegan yang mengocok perut itu, sayangnya beberapa momen adegan sangat mudah di tebak. Seperti saat dalam pelarian Bagus dan Masbin masuk ke dalam Truck, ternyata truck kembali ke rumah Amara. Saya rasa banyak penonton yang sudah menduga (termasuk saya). Tapi dengan adanya scene tersebut malah bikin ketawa ngakak juga sih. 

Tapi sebagai hiburan keluarga film ini layak di tonton. Beneran bisa melepas jenuh dan stress, karena sepanjang film, penonton akan di suguhkan karakter dan adegan-adegan lucu para pemainnya.

Jangan lupa mulai tayang tanggal 19 Januari 2016 di bioskop-bioskop kesayangan anda loh




Minggu, 27 November 2016

Eco and Compact Living Bagi Pengkoleksi Loyang



Berprofesi sebagai tukang kue, membuat saya menjadi salah satu pengkoleksi alat-alat baking bisa berupa loyang, oven, alat kukus dan cetakan. Toko Bahan Kue adalah syurga bagi para penghobi baking. Istilah “lapar mata” serasa pas banget buat Saya. Rencana awal adalah belanja bahan pembuatan Brownies, lalu melihat ada Loyang cupcake yang dulu saya cari sedang kosong, eh ternyata hari itu pas ada. Masuklah loyang cupcake ke dalam keranjang. Semakin lama di Toko Bahan Kue, maka semakin banyak alat baking yang di masukkan keranjang. Ya loyang lidah kucing loyang roti, loyang cookies, loyang kue bundt dan masih banyak lagi. Dan bertambah pula barang yang perlu di simpan. Saat itu semua perlengkapan baking, saya taruh di dalam gudang khusus. Sehingga dengan semakin bertambahnya koleksi perlengkapan baking, maka semakin penuhlah gudangnya dan semakin berantakan pula isinya. Saya memerlukan waktu lumayan lama untuk mencari loyang brownies yang bertumpuk di gudang karena semua loyang saya tumpuk menjadi satu di sebuah dus besar. Otomatis semua isi akan dikeluarkan untuk mengambil 1 atau 2 buah loyang yang saya butuhkan. Dan akan memakan waktu lagi untuk membereskannya.

Sampai kemudian kamar yang saya jadikan gudang, harus di tempati oleh sanak saudara, sehingga mau tak mau semua barang yang ada di gudang tersebut harus saya keluarkan. Yang jadi permasalahan adalah,  dimana saya bisa meletakkan barang tersebut agar aman, awet, mudah di ambil dan tetap bersih?

“Faktanya, setiap kita memiliki jiwa  pengkoleksi”

Setelah mendengar kata itu di Ngobrol Cantik Eco Compact Living bersama Prajawangsa City dan Blogger Perempuan Minggu lalu, lalu saya berpikir… eh benar juga ya. Bahkan bukan hanya sekadar mengoleksi, tanpa di sadari kesukaan pada sesuatu membuat kita menjadi boros dan tidak bijak meletakkan barang koleksi tersebut yang mengakibatkan hunian tempat tinggal menjadi mudah kotor dan tidak sehat (eco friendly).



Seperti yang di utarakan oleh Mba Bayu Fristanty dari Rapi-Rapi Professisonal Organizer dalam Ngobrol Cantik kemarin, bahwa ada empat trik jitu untuk merapikan konten hunian, dalam kasus ini saya mencoba untuk mengaplikasikan dalam kerapihan perlengkapan baking saya.



Yang pertama adalah review and asses, yaitu memahami perilaku serta rutinitas dan memilih ruangan yang akan menjadi prioritas. Karena rutinitas per-baking-an ada di dapur, tentunya saya harus meletakkan semua perlengkapan tersebut di tempat yang berdekatan dengan dapur. Sehingga tidak akan memakan waktu lama untuk mencari.

Yang kedua group and short, yang artinya kita harus sudah menyortir barang yang kita miliki dan kelompokkan sesuai fungsinya. Menurut saya ini yang sulit, Karena tentunya apa yang saya beli adalah apa yang saya perlukan, walaupun tidak 100% digunakan tiap hari loyang dan teman-temannya itu masih terpakai. Tapi agar nantinya terlihat bersih, saya sortir berdasarkan jumlah. Karena toh penggunaan di oven saya hanya bisa menggunakan maksimal 3 loyang.

Dalam hal penyortiran ada 4 cara yang bisa saya atau kita lakukan agar loyang terlihat rapi dan tidak mubazir yaitu keep, sell, donate dan toss. Caranya dengan menyiapkan 4 dus. Dus yang pertama diperuntukan bagi loyang yang sering di gunakan dan bisa di simpan. Jangan semua merasa masih di pakai, karena kalau berpikir sayang semua loyang pasti akan tetap di simpan. Misal, saya sering mendapat pesanan brownies dan cookies, jadi loyang yang masih tetap saya keep adalah brownies dan cookies. Untuk loyang lain saya taruh di Dus no. 2 yaitu Dus untuk barang yang bisa di Jual. Atau dus no. 3 yaitu untuk barang yang bisa di sumbangkan atau donate. Yang pernah saya lakukan saat menyortir loyang tersebut, saya menemukan banyak loyang baru yang tidak terpakai. Jadi loyang itu saya letakan di dus no. 3, saya hibahkan saja loyangnya ke yang membutuhkan. Dan itu sangat mengurangi tumpukan loyang yang harus di keep.

Sebagian loyang yang sudah dihibahkan

Dus yang ke-4 yaitu dua untuk loyang yang akan di buang. Hmmmm kalo di buang pasti sayang kan. Jadi yang ke-4 ini tidak saya gunakan. Eh tapi ingat, memberi orang lain harus dengan barang yang masih bagus tanpa cacat dan masih bisa di gunakan tanpa merubah fungsinya.

Trik yang ketiga adalah Place It, yaitu memberikan tempat yang layak bagi para loyang tersebut di tempat semestinya, misalnya rak atau lemari khusus perlengkapan baking. Untuk nomor 3 ini, saya mulai menaruh perlengkapan baking yang sudah di sortir dalam sebuah lemari bekas pakaian yang tidak terpakai. Sehingga saat beberapa kali baking kemarin saya lebih mudah menemukan loyang dan tidak perlu mengeluarkan semua loyang.

Yang ke empat adalah maintain, dimana kita harus bisa mempertahankan sistem yang sudah kita jalankan tersebut. Saat semua loyang sudah masuk dalam lemari, artinya saya sudah mulai memasukan barang per-bakingan saya dalam sistem yang saya anggap sebagai kerapihan. Yang harus saya lakukan adalah tetap mempertahankan kerapihannya, hingga seandainya saya harus menambah loyang lagi, saya sudah tahu kapasitas lemari penyimpanan.

Dari Ngobrol Cantik Eco & Compact living kemarin, saya jadi memimpikan tinggal di sebuah apartemen yang eco friendly di Prajawangsa City. Karena selain bisa hidup dengan tenang dengan suasana yang ramah lingkungan, tentunya segala pernak pernik hunian yang teratur bisa membuat lebih nyaman. Apartemen Prajawangsa City memiliki area yang strategis di Jakarta Timur. Dekat dengan tol JORR sebagai akses untuk bepergian ke Bandara, Luar kota atau dalam kota. Pun dekat dengan perkantoran di kawasan TB Simatupang. Dengan ciri khasnya yaitu strategis, seru dan semarak menjadi nilai plus untuk memilih Apartemen yang berdiri dengan 8 tower dan 4.000 unit dengan luas keseluruhan 7 hektar. Superblok ini menghadirkan 2 konsep yaitu Unique Thematic Park yaitu dilengkapi dengan Area Spice Garden, herbal garden, tropical garden, area barbeque, 1 km jogging track, kids pool, thematic pool, fountain plaza, atm center, security 24 jam. Dan Unique Amenities yaitu dilengkapi oleh restaurant, atm center, coffee shop, security 24 jam, dan pusat perbelanjaan terlengkap.

Dengan konsep hunian yang eco friendly itulah impian mendasar untuk memiliki Apartemen di Prajawangsa City. Satu lagi PR saya dalam hal kerapihan dan kebersihan barang kalau mau tinggal di apartemen. Yaitu karena seringnya saya belanja produk Tupperware jadi produk tersebut akhirnya menumpuk di sembarang tempat, ya di lemari dapur, di buffet, di kardus ada Tupperware. Dimana saya bisa taruh agar terlihat rapi kembali?? Okeh, itu PR saya nanti.

Salam
Liza







Rabu, 16 November 2016

Adrenaline : Kisah Nyata Rumah Hantu Indonesia

Judul Film               : Adrenaline
Genre                       : Drama Horor
Production House    : Bejo Production - Andalan Media
Executive Producer : Teddy Tjokrosaputro
Producer                  : Musri MD
Director & Editor    : Dwi Ilalang
DOP                        : Halaston Pakpahan
Script Writer & Producer : Rusli Rinchen
Music                      : Viky Sianipar


Jika Anda penggemar film horor based on true story, Adrenaline bisa menjadi referensi tontonan horor di malam Jum'at loh.

Berawal dari penawaran menarik sebuah wahana uji nyali terbesar dan terpopuler di tanah air bernama Rumah Hantu Indonesia membuka lowongan kerja, mencari pemain sebagai "Hantu Baru". Gaji yang di tawarkan lumayan besar. 130 juta dengan kontrak eksklusif dengan royalti 13 persen per tahun seumur hidup. Anehnya, saat awal audisi peserta harus menandatangani kontrak cap jempol dengan darah mereka sendiri.
Adalah Anjani, Viktor, Michael, Kim dan Catherine, 5 pemuda terakhir yang lolos sebagai finalis dan masuk dalam babak Grand Final. Syaratnya mudah, mereka hanya harus bertahan satu malam saja di dalam wahana Rumah Hantu tersebut.

Sebelumnya Viktor, seorang pemuda yang ternyata merupakan teman kecil Anjani saat di panti asuhan menyelidiki wahana uji nyali Rumah Hantu Indonesia. Dalam dugaannya Rumah Hantu Indonesia yang terkenal seram dan keren itu di kendalikan oleh Mr. Hunt, si Raja Setan yang telah membuat perangkap agar semua peserta audisi ter-eliminasi yang berarti mati. Ruh mereka akan terperangkap, di kuasai dan di jadikan penghuni "hantu" baru untuk selamanya.

Sesungguhnya, tanpa di sadari para pengunjung wahana Rumah Hantu Indonesia di takut-takuti oleh "hantu asli" dari roh yang di kuasai setan, karena saat akan masuk wahana diharuskan membaca mantra "Nyews Wheaknos Blenkhut Breakdesh" yang sebenarnya telah mebuka penglihatan mereka ke alam ghaib.

Dalam proses mengikuti audisi itulah, terungkap semua jebakan dan tipu daya Mr. Hunt mengadakan audisi hantu baru di Rumah Hantu Indonesia. Kelima pemuda tersebut dapat lolos dalam jebakan tersebut harus memenuhi  syarat. Salah satunya adalah tidak boleh makan dan minum selama mengikuti audisi. Apakah syarat yang lainnya? Mereka berjuang mati-matian menyelamatkan diri dan memecahkan teka-teki misteri sebelum waktunya habis. Dan satu persatu kenyataan terungkap dalam proses menuju jalan keluar dari wahana Rumah Hantu tersebut.

Saya tergolong penakut untuk urusan menonton film horor baik film lokal maupun film international. Ketika mendengar dan melihat adegan yang mengagetkan itulah rasanya jantung akan terasa mau copot.  Saat akan menonton film Adrenaline ini, saya pikir, ah paling sedikit adegan tegangnya, Toh film Indonesia ga akan serem-serem banget. Paling banter yang keluar pocong (walaupun sebenarnya itupun sudah membuat saya takut). Dari posternya pun tidak terlihat seram dan ada hantunya, jadi saya bekesimpulan, this movie will not scare me.

Para Pemain ADRENALINE
Tapiiii... dugaan saya ternyata salah. Di awal cerita saat menceritakan tokoh Anjani yang sedang berada di panti asuhan, sudah membuat jantung saya copot dan saya harus menutup mata serta mengalihkan mata saya ke hal lain. Setelah itu, sound effect dan kejutan-kejutan seram lainnya berhasil membuat saya hampir menutup mata sepanjang film berjalan. Terutama pada saat apra hantu berkeliaran di sepanjang film. Sensasi menegangkan dan membuat jantung copot ini, pas buat anda yang menyukai film horor dan misteri.

Ya, saya pikir saya sudah bisa menebak akhir dari cerita uji nyali di film ini, ternyata tebakan dan dugaan saya salah. Banyak adegan yang akan membuat kita menduga, oohh ternyata begini, ternyata begitu, pasti begini, pasti begitu. Who knows, akhir cerita tidak akan seperti yang anda bayangin.

Dan jika anda menyimak setiap kata dan adegan dalam film ini, anda akan mengetahui bahwa ada pesan moral yang ingin di tunjukkan Penulis dan Sutradara dalam film ini. Apakah itu? Tonton saja di bioskop, mulai 17 November 2016 ya.

Happy Watching Guys

Liza

Sabtu, 12 November 2016

Seminar Parenting Sekolah Hobihobi : Mempersiapkan Aqil Baligh dengan Bahagia (part 1)


Bung Karno : “Berikan aku sepuluh pemuda, akan kuubah dunia”
Kini : “Berikan aku satu remaja, pusing kepalaku”

Kalimat pertama sering saya dengar, namun untuk kalimat kedua saya baru dengar. Kenapa remaja membuat pusing kepala? Apa bedanya pemuda dengan remaja? Beberapa waktu lalu saya menghadiri Seminar Parenting yang diadakan oleh Sekolah Hobi Hobi Bekasi, dengan tema "Mempersiapkan Aqil Baligh dengan Bahagia". Sebagai Pembicara yaitu Drs Andriano Rusfi, P. Si yang merupakan Konsultan SDM & Pendidikan. Beliau juga sebagai Konsultan Senior PPSDM dan Ketua Dewan Pakar Masjid Salman ITB. Dengan di moderatori oleh Drh Lulu Mariyam Fathurahman, seminar ini memaparkan berbagai problematika remaja dewasa ini.

Aqil Baligh
Drs Andriano Rusfi, P. Si (Pembicara) dan Drh Lulu Mariyam Fathurahman (Moderator)


Nah dari Seminar itulah saya tahu perbedaan remaja dan dewasa. Ternyata persepsi saya selama ini salah loch tentang pengertian remaja, dan sungguh miris sekali mendengar penuturan Pembicara, kenyataan yang kita hadapi sekarang dan di masa akan datang. 

Penelusuran Ilmiah Tentang Remaja

Seluruh literature ilmiah hingga akhir abad 19 tak mengenal terminologi remaja. Berubahnya periode remaja membuktikan bahwa fase ini tidak ajeg dan penelitian psikologi lintas budaya membuktikan bahwa fenomena remaja tidak universal. Periodisasi perkembangan kofnitif (Piaget), seksual (Freud), Sosial (Erikson) dan moral (Kohlberg) tak mengenal fase remaja.

Istilah Remaja baru ada sejak akhir abad 19 yaitu muncul sejak era Revolusi Industri. Saat orang tua  harus keluar rumah dan bekerja, anak-anak terpaksa di titipkan di sekolah sehingga luput untuk mendidik secara mental. Walaupun secara fisik anak-anak tumbuh cepat, namun secara mental tumbuh lambat. Karena sering keluar rumah itulah, orang tua mengganti dengan makanan dan materi sehingga anak-anak cepat besar secara fisik dan juga hormon seksual. Masa inilah anak-anak disebut telah baligh. 



Pernah membaca atau menonton kasus Yuyun di televisi? Seorang gadis 14 tahun di perkosa dimana vagina dan duburnya hancur oleh 12 pemuda, 7 pelaku diantaranya adalah anak di bawah umur. Para pelaku hanya di hukum ringan dengan alasan klasik “masih anak-anak”. Drs Andriano memaparkan hal tersebut karena berdasarkan UU Kriminal, umur di bawah 18 tahun pelaku kejahatan akan di hukum separuh orang dewasa.  Namun yang menjadi pertanyaan, dapatkah mereka di sebut anak-anak jika telah mampu melakukan tindakan seksual?

Fase remaja merupakan fase transisional dengan rentang yang sangat panjang. Jika 18 tahun adalah masa manusia di sebut dewasa, maka anak-anak mulai baligh di usia 9 atau 10 tahun mereka mengalami masa transisi selama 8 / 9 tahun. Dalam masa pencarian identitas mereka di sebut sebagai remaja yang tidak produktif bahkan konsumtif dan destruktif. Pada masa transisi itulah mereka Remaja disebut generasi galau dan bingung dengan identitas, status dan posisi social. 

Dari sinilah di ketahui bahwa remaja, sudah baligh namun belum aqil. Bukan anak tapi belum dewasa. Karena hukum hanya mengenal anak-anak dan dewasa sebagai subjek hukum, dan posisi remaja tidak tercantum.
 

Menyeimbangkan Aqil Dan Baligh dari Anak Menuju Dewasa

Dari penjabaran di atas, dapatlah kita tarik garis merah, bahwa tidak ada istilah remaja terutama dalam Islam. Dari anak menuju dewasa, bukan remaja. Dan ini erat kaitannya dengan Aqil dan Baligh.

Untuk melahirkan generasi yang baik dan sesuai dengan tuntunan agama, Aqil dan Baligh harus menjadi satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan dan harus berjalan berbarengan. Tidak bisa baligh dulu atau aqil dulu agar di kemudian hari anak akan menjadi sepenuhnya dewasa, matang secara fisik dan mental. Juga mandiri, bertanggung jawab, siap memikul beban dan bagian dari suatu solusi bukan menjadi sumber masalah. Berikut komparasi Aqil dan Baligh yang merupakan satu kesatuan dan berjalan bersamaan :

AQIL
BALIGH
Dewasa mental
Pengaruh pendidikan
Berkembangnya akal
Fungsi tanggung jawab
Mandiri, tanggung jawab
Peran ayah + Ibu
Dewasa Fisik
Pengaruh nutrisi
Berkembangnya nafsu
Fungsi reproduksi
Life and death instinct
Peran Ibu + ayah

Misalnya, anak sampai usia 7 tahun masih sangat individual, belumlah waktunya di ajarkan untuk berbagi. Anak usia tersebut alangkah baiknya di berikan pendidikan yang berkreatifitas dan imajinasi. Beda halnya dengan anak 7 tahun ke atas, berikan pengajaran untuk saling berbagi, mengajari bersosialisasi, kedisiplinan sehingga akan mempengaruhi balighnya. Terlalu cepat memberikan pengajaran yang belum waktunya membuat anak akan menjadi cepat dewasa. Sehingga Aqil dan baligh tidak berjalan berbarengan. 


Mengakil Balighkan Anak

Karena sejak Revolusi Industri itulah, para orang tua yang sedianya sebagai garda terdepan dalam pembentukan aqil baligh anak, harus keluar rumah untuk mencari penghidupan, menyerahkan sepenuhnya pengajaran anak kepada Sekolah. Sedangkan di sekolah hanya untuk mengajar pelajaran / keilmuan. Orang tua boleh mendelegasikan tugas pengajaran, namun jangan melimpahkan tanggung jawab mendidik kepada Sekolah. 



Dalam Islam, penanggungjawab utama mendidik adalah ayah, dan pelaksananya adalah bunda. Jika peran ayah minim dalam hal mendidik anak, maka aqil akan telat. Sama halnya dengan Tarbiyah yang merupakan tugas Ayah, sedangkan mengasuh adalah tugas Bunda. Tak perlu berlindung di balik istilah “kualitas pertemuan” lebih penting, namun melupakan mendidik. 

Peran Ayah
Peran Bunda
Man of Vision and Mission
Penanggung jawab
Konsultan Pendidikan
Sang Ego dan Individualitas
Pembangun Sistem Berpikir
Penegak Professional
Supplier Maskulinitas
The Person of Tega
Pelaksana harian pendidikan
Person of love and sincerity
Sang harmoni dan sinergi
Pemilik moralitas dan nurani
Supplier Femininitas
Pembangun Hati dan Rasa
Berbasis Pengorbanan
Sang Pembasuh Luka

Sebagai perbandingan pendidikan di rumah dan sekolah (co-parenting) :
·         Rumah : Penanggungjawab dan pendidik
·         Sekolah : Asisten ahli dan pengajar
·         Rumah : Kehangatan penuh cinta
·         Sekolah : Kawah Candradimuka
·         Rumah : Pengambil Keputusan
·         Sekolah : Expert Opinion



Di kehidupan sesungguhnya dan jaman yang sudah berubah, kehidupan bekerja lebih keras. Di luar semakin tidak aman, namun anak jangan di sembunyikan. Mungkin dapat di terapkan pembagian kegiatan anak :

Untuk anak umur 0 – 7 tahun, adalah hak anak untuk bebas, bebas untuk menggunakan waktu bermain dan belajar, tidak usah di paksakan harus ini dan itu.
Umur 7 – 10 tahun, masuk fase kemandirian individual. Anak bisa di ajarkan untuk mandiri, berbisnis dari rumah, sharing pekerjaan dengan anak, atau mungkin mulai dari mencari uang jajan.
10 – 12 tahun, pendidikan candradimuka, melatih anak untuk berorganisasi untuk berkehidupan. Melatih organisasi berarti melatih manajemen diri, kerjasama, kepemipinan, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan lain sebagainya. Misalnya di mulai dengan mengorganisir rumah, menjadi EO acara keluarga atau terlibat dalam organisasi intra sekolah. 

aqil-baligh

Penutup 

Saya jadi teringat beberapa tahun lalu, pernah mengumpulkan remaja di sekitaran rumah untuk kegiatan Rumah Baca yang saya kelola. Kegiatan seperti English Day, menggambar untuk anak usia TK dan SD, dan mengaji untuk remaja putri. Bahkan sebulan sekali diadakan pengajian untuk putra dan putri dengan dibimbing oleh Ustad yang saya kenal. Pada tahun itu, sekitar tahun 2005 saya sanggup menangani 20-30 anak setiap minggunya, dan mereka dengan senang hati untuk belajar. 

Nah sekarang, dengan berubahnya dunia anak, dimana hampir setiap anak memegang gadget, buat saya secara pribadi sangat sulit mengumpulkan anak usia tanggung untuk berkumpul dan berkegiatan seperti dulu. Bahkan ketika saya ajak, mereka dengan polosnya membully dan mengejek kegiatan tersebut. Di masa mereka, berkumpul seperti suatu keharusan. Nah dari perkumpulan itulah sebenarnya kita, sebagai pendidik dapat memanfaatkan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk mereka. 

Ayah, Bunda, dekatilah anak-anak, tidak hanya memberikan materi berlimpah dan selalu memberikan yang mereka inginkan, tapi juga pendidikan akhlaq agar aqil dan baligh mereka dapat berjalan bersamaan. Sehingga ketika mereka dapat kita lepaskan ke dunia luar, mereka akan menjadi kuat dan dewasa. 

Semoga generasi penerus bangsa ini selalu di lindungi Allah SWT dari pengaruh yang negative dan menghancurkan… amin

Terimakasih kepada Sekolah HobiHobi untuk penyelenggaraan Seminar Parenting yang sangat bermanfaat bagi para pendidik umumnya dan orang tua khususnya. Seminar Parenting akan diadakan rutin oleh Sekolah Hobihobi sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan terhadap perkembangan orang tua dan murid. 

Pembicara dan moderator bersama Kru Sekolah Hobihobi

Untuk cerita lengkap pengalaman penulis menghadiri Seminar Parenting dan cerita tentang sekolah ini akan di tulis dalam "Seminar Parenting Sekolah HobiHobi Part 2". 

Sampai ketemu lagi
love,

Liza