Tampilkan postingan dengan label Ngobrol cantik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngobrol cantik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Sabtu Menginspirasi bersama Teteh Khadija (Peggy Melati Sukma) dan Blogger Muslimah

Sabtu lalu Alhamdulillah akhirnya bisa bertemu langsung dengan Teteh Khadija atau yang biasa dikenal dengan Peggy Melati Sukma. Sabtu itu bagi saya menjadi hari yang indah dan sangat menginspirasi, selain karena mendengar langsung kajian teteh Khadija, bisa bertemu dengan Uni Novia Syahidah yang sudah lama banget saya kenal namanya lewat novel-novelnya dulu dan juga bertemu dengan teman-teman baru sesama blogger muslimah.


Pagi itu, saat tiba di Gedung Permata Kuningan, saya langsung menuju lantai yang telah di informasikan acara akan berlangsung yaitu lantai 17. Sampai di sana setelah keluar lift agak kaget ternyata sepi sekali, nengok ke kanan dan kiri hanya ada beberapa kantor dan gelap. Akhirnya saya turun lagi untuk memastikan lantainya, dan setelah lihat daftar tenant, memang benar kantor PROXIS CONSULTANT GROUP berada di lantai 17. Akhirnya saya naik lagi, dan menjelajah lantai 17 (agak serem sih karena sepi hihihi). Dan finally  setelah keliling ke pojok pojok akhirnya bisa ketemu kantornya.
 
I'm at Proxis Consultants

Proxis Consultant adalah sebuah perusahaan konsultan manajemen terpecaya dan berpengalaman dalam membantu perusahaan nasional dan multinasional dalam mengembangkan perusahaan mereka melalui berbagai macam training. Di Proxis sendiri menyediakan tempat / ruangan untuk training juga loh. Ada mesin kopinya juga, jadi lebih mudah untuk coffee break.

Sudut Favorite lagi di Proxis


Coffee Machine

Ga lama acara di buka oleh MC, lalu sambutan pembukaan oleh founder Blogger Muslimah, Uni Novia Syahidah Rais dan sedikit sambutan dari Direktur IT Proxis Ibu Veny Ferawati Nirmala Sari. 

Uni Novia Syahidah Rais sebagai Founder Blogger Muslimah sedang memberi sambutan

Direktur IT Proxis Ibu Veny Ferawati Nirmala Sari


Makna Hijrah Teteh Khadija

"Pusiiinnggg"

Mungkin yang pernah menonton sinetron Gerhana di salah satu TV Swasta akan mengenal siapa yang melontarkan kata tersebut. Ya, beliau adalah Peggy Melati Sukma. Saya memang bukan termasuk orang yang suka rajin nonton sinetron, apalagi berita gosip. Namun memang untuk beberapa tahun belakangan ini saya sudah jarang mendengar nama Peggy Melati Sukma hadir di layar kaca. Sampai pada beberapa minggu lalu saya menemukan akun Instagram (IG) beliau dan menemukan ada postingan tentang "Kajian bersama Teteh Khadija".

Lalu saya bertanya (dalam hati), siapa Khadija? apakah itu adalah nama komunitas yang mba Peggy kelola? Dan di sinilah saya di Meet Up Blogger Muslimah menemukan jawabannya. Dan Subhanallah ketika bertemu langsung dengan beliau, from head to toe, she's so inspiring me.

Tak ada lagi kaos you can see, tak berkibar lagi rok mini, Tak terjuntai lagi rambut hitam legam dan tak terekspos lagi rona pipi merah muda yang sering kita saksikan di layar kaca. 
Semua telah tertutup dengan pakaian taqwa, tertutup dengan kesederhanaan dan jauh dari kemewahan. MasyaAllah saya sampai merinding dan haru melihatnya. Namun satu yang tak berubah, kecantikannya yang masih terpancar walau hanya terlihat dari matanya, sinar mata yang hanya merindukan kasih Sang Khaliq.

Khadija
Nama Khadija yang di pilih Teh Peggy sebagai nama hijrah, berasal dari nama istri pertama Rasulullah yaitu Ummi Khadija yang bagi Teh Peggy memiliki arti khusus. Ummi Khadija merupakan istri Rosulullah yang pebisnis dan dihijrahkan oleh Allah, juga berjiwa sosial. Yang menjaga kehormatan, kesuciannya dan Beliau juga mengasah dirinya.. Sehingga nama Khadija tersebut memotivasi teh Peggy untuk menjadi seperti Beliau.

Bagi Teteh Khadija, Hijrah itu bermakna sebagai perjalanan untuk selalu meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah. Dan menuju apa yang diperintahkan oleh Allah dan untuk taat kepada Allah. Hijrah sendiri adalah perjalanan yang tidak harus menunggu kapan akan hijrah. Karena Kita adalah hijrah itu sendiri. Sejak menjadi Ruh, lalu menjadi Jasad dan akhirnya dihijrahkan kita ke Dunia. Setelah menikmati kehidupan duniawi maka di hijrahkanlah kembali kita ke alam barzah, lalu ada hari akhir atau kiamat.

Me, Teh Khadija dan Salah Satu Bukunya


Inspirasi Muslimah Jaman Now

Bagi saya, kehijrahan Teh Khadija sangat menginspirasi, bahwa hijrah tak harus juga selalu dengan yang baru. Memperbaiki bacaan Quran, Belajar Sholat di awal waktu,  atau menutup aurat dengan pakaian taqwa seperti yang di contohkan Teh Khadija kali ini juga bisa menjadi jalan hijrah kita. 

Saat melihat teteh datang dengan gamis kotak biru dan jilbab panjang coklat muda dan menutup wajah dengan cadar berwarna coklat tua, menurut saya itu pakaian yang sangat sederhana untuk seorang seperti Teteh. Tidak kelihatan mewah dan mahal yang malah menampakkan kesombongan... MasyaAllah.

Me with @HijabAlsa di sudut Favorite Proxis

Dan kita sebagai muslimah, ada loh  Hijab yang mempermudahkan kita untuk selalu tampil sederhana, syar'i tapi trendy. Seperti Hijab yang saya pakai pada saat Meet Up Kemarin dari Hijab Alsa. Jilbab 2 warna yang bisa di pakai bolak balik. Jadi ga perlu boros beli 2 jilbab, Pas banget untuk menemani aktivitas harian muslimah. Karena 1 Jilbab saja sudah cukup, boleh donk jatah jilbab yang satu disedekahkan. 

Two Side Hijab Alsa

Untuk Jilbab dan Gamis Syar'i yang cantik bisa juga di dapatin di Shalira Syar'i loh. Dengan jahitan yang rapih pada gamis dan Jilbab yang lebar akan membuat nyaman untuk beraktifitas. Karena mengulurkan kain sampai menutup dada adalah kewajiban kita sebagai muslimah ya. Semakin di tutup maka muslimah akan semakin cantik. 

Food On Table

By the way, di acara meet up kemarin itu kita semua bawa potluck donk. Seru banget liatnya. Bermacam macam kue hadir dalam satu meja. Ada Pastel, Risoles, Kripik Singkong, Salak, Jeruk, Bolu Tape, Bolu Talas, Puding Bunga Telang, Biskuit, Roti, Kue Sus,  dan lain-lain. Saking banyaknya sampai bingung mau makan yang mana.

Potluck Peserta

Oh ya, ada juga Ah Mah Cake. Pernah dengar? Yesss Egg Sponge Cake ini No. 1 best seller banget di Singapore, Malaysia, Thailand dan China ternyata. Beruntung banget ikut Meet Up kali ini bisa icip-icip Ah Mah Cake.

Ah Mah Cake ini pembuatannya Fresh, langsung dari Oven. Lembut dan lumer di mulut. Dapat di sajikan saat masih panas maupun dingin. Selain itu Ah Mah Cake porsinya juga besar, duh seneng banget kalau kue porsinya besar kan. Apalagi cocok di sajikan dengan kopi atau teh di setiap waktu, baik di nikmati sendiri atau waktu bersama keluarga.

A slice of Ah Mah Cake - Soft and Yummy

Karena animo yang luar biasa, pastikan memesan 3 jam sebelumnya loh. Untuk sementara ini Ah Mah Cake sudah tersedia di Kelapa Gading (Sebrang MKG) dan Emporium Mall Lt. LG No. 6.

Soal kehalalan, saat ini memang belum ada label MUI karena masih di urus. Ah Mah Cake baru buka di Indonesia dan bahannya menggunakan bahan lokal dan halal. Semoga secepatnya bisa ada label halal-nya ya... Amin.

Teh Khadijah, Kru Blogger Muslimah dan Peserta Foto Bersama

See you on next Blogger Muslimah Meet Up Sista
Love you coz Allah

Liza

Minggu, 27 November 2016

Eco and Compact Living Bagi Pengkoleksi Loyang



Berprofesi sebagai tukang kue, membuat saya menjadi salah satu pengkoleksi alat-alat baking bisa berupa loyang, oven, alat kukus dan cetakan. Toko Bahan Kue adalah syurga bagi para penghobi baking. Istilah “lapar mata” serasa pas banget buat Saya. Rencana awal adalah belanja bahan pembuatan Brownies, lalu melihat ada Loyang cupcake yang dulu saya cari sedang kosong, eh ternyata hari itu pas ada. Masuklah loyang cupcake ke dalam keranjang. Semakin lama di Toko Bahan Kue, maka semakin banyak alat baking yang di masukkan keranjang. Ya loyang lidah kucing loyang roti, loyang cookies, loyang kue bundt dan masih banyak lagi. Dan bertambah pula barang yang perlu di simpan. Saat itu semua perlengkapan baking, saya taruh di dalam gudang khusus. Sehingga dengan semakin bertambahnya koleksi perlengkapan baking, maka semakin penuhlah gudangnya dan semakin berantakan pula isinya. Saya memerlukan waktu lumayan lama untuk mencari loyang brownies yang bertumpuk di gudang karena semua loyang saya tumpuk menjadi satu di sebuah dus besar. Otomatis semua isi akan dikeluarkan untuk mengambil 1 atau 2 buah loyang yang saya butuhkan. Dan akan memakan waktu lagi untuk membereskannya.

Sampai kemudian kamar yang saya jadikan gudang, harus di tempati oleh sanak saudara, sehingga mau tak mau semua barang yang ada di gudang tersebut harus saya keluarkan. Yang jadi permasalahan adalah,  dimana saya bisa meletakkan barang tersebut agar aman, awet, mudah di ambil dan tetap bersih?

“Faktanya, setiap kita memiliki jiwa  pengkoleksi”

Setelah mendengar kata itu di Ngobrol Cantik Eco Compact Living bersama Prajawangsa City dan Blogger Perempuan Minggu lalu, lalu saya berpikir… eh benar juga ya. Bahkan bukan hanya sekadar mengoleksi, tanpa di sadari kesukaan pada sesuatu membuat kita menjadi boros dan tidak bijak meletakkan barang koleksi tersebut yang mengakibatkan hunian tempat tinggal menjadi mudah kotor dan tidak sehat (eco friendly).



Seperti yang di utarakan oleh Mba Bayu Fristanty dari Rapi-Rapi Professisonal Organizer dalam Ngobrol Cantik kemarin, bahwa ada empat trik jitu untuk merapikan konten hunian, dalam kasus ini saya mencoba untuk mengaplikasikan dalam kerapihan perlengkapan baking saya.



Yang pertama adalah review and asses, yaitu memahami perilaku serta rutinitas dan memilih ruangan yang akan menjadi prioritas. Karena rutinitas per-baking-an ada di dapur, tentunya saya harus meletakkan semua perlengkapan tersebut di tempat yang berdekatan dengan dapur. Sehingga tidak akan memakan waktu lama untuk mencari.

Yang kedua group and short, yang artinya kita harus sudah menyortir barang yang kita miliki dan kelompokkan sesuai fungsinya. Menurut saya ini yang sulit, Karena tentunya apa yang saya beli adalah apa yang saya perlukan, walaupun tidak 100% digunakan tiap hari loyang dan teman-temannya itu masih terpakai. Tapi agar nantinya terlihat bersih, saya sortir berdasarkan jumlah. Karena toh penggunaan di oven saya hanya bisa menggunakan maksimal 3 loyang.

Dalam hal penyortiran ada 4 cara yang bisa saya atau kita lakukan agar loyang terlihat rapi dan tidak mubazir yaitu keep, sell, donate dan toss. Caranya dengan menyiapkan 4 dus. Dus yang pertama diperuntukan bagi loyang yang sering di gunakan dan bisa di simpan. Jangan semua merasa masih di pakai, karena kalau berpikir sayang semua loyang pasti akan tetap di simpan. Misal, saya sering mendapat pesanan brownies dan cookies, jadi loyang yang masih tetap saya keep adalah brownies dan cookies. Untuk loyang lain saya taruh di Dus no. 2 yaitu Dus untuk barang yang bisa di Jual. Atau dus no. 3 yaitu untuk barang yang bisa di sumbangkan atau donate. Yang pernah saya lakukan saat menyortir loyang tersebut, saya menemukan banyak loyang baru yang tidak terpakai. Jadi loyang itu saya letakan di dus no. 3, saya hibahkan saja loyangnya ke yang membutuhkan. Dan itu sangat mengurangi tumpukan loyang yang harus di keep.

Sebagian loyang yang sudah dihibahkan

Dus yang ke-4 yaitu dua untuk loyang yang akan di buang. Hmmmm kalo di buang pasti sayang kan. Jadi yang ke-4 ini tidak saya gunakan. Eh tapi ingat, memberi orang lain harus dengan barang yang masih bagus tanpa cacat dan masih bisa di gunakan tanpa merubah fungsinya.

Trik yang ketiga adalah Place It, yaitu memberikan tempat yang layak bagi para loyang tersebut di tempat semestinya, misalnya rak atau lemari khusus perlengkapan baking. Untuk nomor 3 ini, saya mulai menaruh perlengkapan baking yang sudah di sortir dalam sebuah lemari bekas pakaian yang tidak terpakai. Sehingga saat beberapa kali baking kemarin saya lebih mudah menemukan loyang dan tidak perlu mengeluarkan semua loyang.

Yang ke empat adalah maintain, dimana kita harus bisa mempertahankan sistem yang sudah kita jalankan tersebut. Saat semua loyang sudah masuk dalam lemari, artinya saya sudah mulai memasukan barang per-bakingan saya dalam sistem yang saya anggap sebagai kerapihan. Yang harus saya lakukan adalah tetap mempertahankan kerapihannya, hingga seandainya saya harus menambah loyang lagi, saya sudah tahu kapasitas lemari penyimpanan.

Dari Ngobrol Cantik Eco & Compact living kemarin, saya jadi memimpikan tinggal di sebuah apartemen yang eco friendly di Prajawangsa City. Karena selain bisa hidup dengan tenang dengan suasana yang ramah lingkungan, tentunya segala pernak pernik hunian yang teratur bisa membuat lebih nyaman. Apartemen Prajawangsa City memiliki area yang strategis di Jakarta Timur. Dekat dengan tol JORR sebagai akses untuk bepergian ke Bandara, Luar kota atau dalam kota. Pun dekat dengan perkantoran di kawasan TB Simatupang. Dengan ciri khasnya yaitu strategis, seru dan semarak menjadi nilai plus untuk memilih Apartemen yang berdiri dengan 8 tower dan 4.000 unit dengan luas keseluruhan 7 hektar. Superblok ini menghadirkan 2 konsep yaitu Unique Thematic Park yaitu dilengkapi dengan Area Spice Garden, herbal garden, tropical garden, area barbeque, 1 km jogging track, kids pool, thematic pool, fountain plaza, atm center, security 24 jam. Dan Unique Amenities yaitu dilengkapi oleh restaurant, atm center, coffee shop, security 24 jam, dan pusat perbelanjaan terlengkap.

Dengan konsep hunian yang eco friendly itulah impian mendasar untuk memiliki Apartemen di Prajawangsa City. Satu lagi PR saya dalam hal kerapihan dan kebersihan barang kalau mau tinggal di apartemen. Yaitu karena seringnya saya belanja produk Tupperware jadi produk tersebut akhirnya menumpuk di sembarang tempat, ya di lemari dapur, di buffet, di kardus ada Tupperware. Dimana saya bisa taruh agar terlihat rapi kembali?? Okeh, itu PR saya nanti.

Salam
Liza