Tampilkan postingan dengan label Blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogger. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 November 2018

Nikmati Keuntungan Kartu Member Watsons

Belakangan ini dan tepatnya setelah menikah aku suka banget mencari skin care yang cocok buat jenis kulitku yang lumayan normal tapi cenderung kering ini. Agak sulit rasanya cari yang cocok. Karena kalau ga jerawatan, kulit muka jadi beruntusan jika tak cocok di muka. Pernah suatu kali cobain produk skin care yang terkenal itu, tapi coba di olesin di belakang telinga (konon katanya karena bagian kulit yang sensitif) tapi langsung terasa panas dan perih. So, aku ga mau ambil resiko buat pakai produk itu.

Jadilah aku explore ke beberapa toko retail kosmetik besar buat tanya produk skin care apa sih yang cocok buat kulitku ini, sambil cek harga mana yang lebih affordable buat dompetku hihihi. Maklum ya sekarang sudah ga sendiri lagi, jadi tetep harus di pikirin budget yang perlu dikeluarkan. Karena penggunaan skin care kan bukan untuk sebulan atau 2 bulan, akan terus berkelanjutan jika memang cocok di kulit muka.


Biasanya di toko-toko retail kosmetik / kesehatan itu ada beauty adviser yang paling tidak, bisa sedikit membantu kita buat cari skin care yang cocok. Kita tinggal kasih tahu apa sih yang di butuhin, dan jenis kulit kita. Mereka pasti dengan senang hati membantu.



Kebetulan beberapa waktu lalu aku ke Watsons, salah satu toko retail yang sudah beroperasi sejak 1841 dan sudah menyebar di Eropa, Asia, khususnya Indonesia. Pastinya kebutuhan penunjang sehari-hari tersedia di sana. Dengan gaya toko yang eye catching, Watsons juga memanjakan kita sebagai konsumen dengan berbagai promosi dan produk berkualitas. Sehingga menjadikan Watsons sebagai Health and Beauty Retailer terbesar di Indonesia.



Ketika aku masuk ke Watsons, wuiiihh langsung deh senang. Gimana ngga, segala produk skin care, kosmetik, kesehatan ada di sana. Banyak juga produk impor dari Korea, yang pastiii di suka.
Kalau ga inget isi dompet mau deh borong semua produk yang emang aku suka. 
Nah kebetulan aku kan lagi cari produk skin care,  karena aku belum konsultasi dan masih belum yakin produk yang aku pakai, jadilah aku melirik masker merk Watsons dan tissue basah Watsons untuk pembersih makeupnya yang juga lagi discount. Mau tahu juga gimana hasilnya kalau produk asli dari Watsons. Kan masker lagi kekinian tuh. Dan masker yang di pajang itu unyu-unyu banget plus ada discount pula.


Waktu mau bayar, aku bilang ke kasir kalau sudah jadi member. Dan kasir langsung minta di sebutkan nomor HP yang terdaftar sebagai member Watsons. Sebenarnya ada kartu fisik buat member Watsons, tapi mungkin karena senangnya dapat beberapa produk masker yang discount dan aku sampai lupa mengeluarkan kartu fisik member-nya. Untungnya poin belanja bisa tetap masuk hanya dengan sebut nomor handphone. Jadi ga khawatir point akan hilang.



Setiap belanja 20,000 kita dapat 1 point. Dan untuk setiap pembelanjaan produk Watsons akan mendapat 2 point. Setiap point akan di kalikan Rp. 100. Misal belanja kemarin aku dapat 6 poin, dikalikan 100 jadi equivalent dengan Rp. 600. Dan jumlah itu bisa di gunakan untuk belanja atau redeem produk lagi.

Dan sebagai member selain keuntungan yang di sebutin tadi, ada beberapa keuntungan lain loh. Diantaranya ada Birthday Treat, kita bakalan dapat voucher khusus di bulan kelahiran kita. Dan untuk item tertentu kita bisa dapatin extra point, pastinya dengan special price.

Nah, masker Watsons yang aku beli kemarin itu sudah di coba dong. Hasilnya, duuuhhh mantap banget deh. Kulit mukaku berasa cerah, lebih halus dan kenyal. Dan yang penting buatku adalah masker itu ga bikin kulit wajahku tambah kering. Sayangnya untuk tissue pembersih makeup yang ku belii, setelah aku coba agak kurang bisa membersihkan sampai makeup hilang. Bisa bersih sih tapi masih meninggalkan noda / foundation yang aku pakai. Tapi buat masker, aku puas banget. Harusnya kemarin waktu ke Watsons aku beli agak banyak yah.



Eh, tapi ga perlu khawatir juga sih, kan sudah ada aplikasi belanja online-nya. Jadi kita tinggal download aplikasi di app store atau playstore cari "Watsons ID", masukkan login atau daftar, langsung deh bisa belanja online. 



Pas banget aku juga cari eye shadow, dan kebetulan ada satu merk yang aku pengen punya dan ternyata hanya di jual di Watsons online (online shop lain ga ada). Nah kan ada berapa lagi tuh keuntungan kita punya aplikasi dan member Watsons. Dengan download aplikasinya, ga pernah ketinggalan info promosi di Watsons. Karena pasti ada notifikasi di smartphone kita berbagai promosi tersebut. Tinggal klik notifikasinya  langsung terbuka promonya. Sshhttt belanja onlinenya free ongkos kirim loh kalau belanja Rp. 50,000 (Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan)

Akhirnya aku bisa beli masker Watsons lagi kapanpun dan dimanapun aku butuh. Selain masker, produk kosmetik lain juga hadir di aplikasi online shop Watsons. 




Banyak banget yang aku dapetin dengan jadi member dan download aplikasi Watsons di smartphone aku. Terutama mendekati pesta belanja online nih tanggal 12 Desember 2018 alias 12.12. Yang pasti sale bakalan melimpah. 
Kamu sudah jadi member belum? Yuukk ikutan karena #jadimemberpastiuntung

Liza








Kamis, 21 September 2017

Asuransi Jiwa, Investasi sekaligus Proteksi.. Perlukah?



Asuransi itu apa sih? Perlu ga sih kita tahu tentang asuransi? Dan apa sih manfaatnya buat kita? 

Asuransi adalah perjanjian antara antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang di harapkan. Atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti; atau untuk memberikan suatu pembayaran yang di dasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang di pertanggungkan. (sumber; Ir. Muhammad Syakir Sula, AAIJ, FIIS - Asuransi Syariah Life and General) 

Perusahaan Asuransi adalah salah satu lembaga keuangan non Bank yang saat ini pengoperasiannya juga di awasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di mana terdiri dari 2 jenis Perusahaan Asuransi, yaitu Asuransi Umum (General Insurance) dan Asuransi Jiwa (Life Insurance). 

Asuransi Umum (General Insurance) biasanya memberikan pertanggungan untuk harta benda, pengangkutan, atau konstruksi. Sedangkan Asuransi Jiwa menawarkan proteksi lebih kepada Manusianya, baik kematian, kesehatan, pension atau pendidikan. 
  
Dalam Asuransi Umum (General Insurance), premi yang telah di bayarkan untuk periode masa pertanggungan 1(satu) tahun tidak dapat di kembalikan atau di tarik dalam bentuk cash kembali apabila tidak terjadi klaim. Dengan kata lain premi akan hangus. 

Sedangkan dalam Asuransi Jiwa (Life Insurance) umumnya premi di bayarkan setiap bulan dengan nominal tertentu yang telah di sepakati antara kita (Tertanggung) dan pihak Asuransi (Penanggung). Biasanya premi tersebut dibayarkan selama kurun waktu tertentu, untuk 5 atau 10 tahun. Apabila dalam kurun waktu tersebut tidak terjadi klaim, maka kita sebagai Tertanggung hanya akan mendapatkan nilai investasi dari premi yang disetorkan setiap bulannya. Nilai investasi akan tergantung dari tinggi / rendahnya investasi pada saat itu. Itu pun apabila kita memilih asuransi jiwa dan investasi sekaligus. 



Jadi dalam Asuransi harus ada kesepatan kedua belah pihak terlebih dahulu untuk terjadinya perjanjian, dan kita di sini sebagai tertanggung pun memiliki hak untuk mengetahui apa manfaat dari asuransi yang kita beli.

Pada asuransi kesehatan misalnya, akan sangat bermanfaat apabila pada suatu ketika kita terdiagnosa berpenyakit kritis, dimana untuk penyembuhannya membutuhkan biaya yang pastinya sangat besar. Karena sakit bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Jika tidak memiliki asuransi maka akan sangat sulit untuk memenuhi biaya pengobatan bila kita tidak memiliki pendapatan dan tabungan yang mencukupi. Sedangkan dengan asuransi, maka seluruh biaya bisa ter-cover sesuai dengan jenis asuransi yang kita miliki tanpa kita sendiri mengeluarkan biaya. 

Karena asuransi merupakan jaminan atas suatu resiko. Resiko yang pasti adalah kematian karena manusia pasti mati, walau waktunya kita tak pernah tahu. Tapi dengan memiliki asuransi jiwa misalnya, pada saat kita mati, maka kita akan meninggalkan “sesuatu” untuk anak dan keluarga kita. Apalagi kalau kita merupakan tulang punggung keluarga, sehingga keluarga yang di tinggalkan terutama anak-anak tak perlu bersusah hati untuk meneruskan kehidupannya. Dengan begitu bukankah kita juga melakukan sebuah kebaikan untuk keluarga yang kita tinggalkan?

Liza


 






Kamis, 19 Januari 2017

Demi Cinta, Ricky Harun Belajar Mengenal Wanita





Judul Film               : DEMI CINTA
Genre                       : Drama Komedi
Production House    : MNC Pictures
Executive Producer : Affandi Abdul Rachman
Producer                  : Toha Essa
Director                   : Azhar "Kinoi" Lubis
DOP                         : Halaston Pakpahan
Script Writer            : Syamsul Hadi - Fatmaningsih Bustamar
Pemain                     : Ricky Harun, Tora Sudiro, Nasya Marcella, Titi Kamal, Barry Prim, Oki Setiana Dewi


Ricky Harun berperan sebagai Bagus dan Tora Sudiro berperan sebagai Masbin. Keduanya adalah sepupu yang rela berkorban apapun demi cinta. Semua berawal dari seorang gadis cantik yang tinggal di seberang kamar mereka di sebuah rumah susun yaitu Cempaka yang diperankan oleh Farali Khan. Bagus jatuh cinta kepada Cempaka, namun hanya berani memperhatikan dari jauh. Menurut Masbin, untuk bersanding dengan gadis secantik Cempaka maka Bagus harus kaya dan memiliki pekerjaan sebagai Manager. Maka dengan tekad yang kuat Bagus melamar pekerjaan sebagai Manajer di berbagai kantor di Ibukota namun selalu gagal. 

Bagus mengambil jalan pintas dengan menerima tawaran Syamsudin yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana untuk bekerja pada Toni (Barry Prima). Bagus tidak memenuhi syarat untuk menjadi anak buah Toni karena tidak berpengalaman melakukan kejahatan. Akhirnya untuk pertama kali Bagus dan masbin pun melakukan kejahatan dengan menculik anak dari seorang wanita kaya bernama Amara (Titi Kamal). Dan merekapun terjebak dalam petualangan bersama anak yang di culik dan baby sitter yang terbawa oleh mereka, Sandra yang diperankan oleh Nasya Marcella. Dalam petualangan itulah perasaan Bagus yang sebenarnya terungkap.

Bagi penggemar film drama komedi, film ini recommended banget. Sepanjang menonton film ini, saya selalu ketawa ngakak menikmati jalan cerita dan kejutan-kejutan dari jalan cerita dan kareakter para tokohnya. Tora Sudiro ga usah di tanya deh kalau soal akting, untuk genre komedi doi emang jagonya. Kepolosan Bagus yang diperankan Ricky Harun "dapet" banget. 

Polos karena cinta,  melakukan kejahatan yang pertama kali dia lakukan, bahkan polos dalam mengenal karakter wanita. Saat bilang tidak, tandanya iya. Dan saat bilang iya, artinya adalah tidak. Nah bingung kan? Tapi di situlah penulis skenarionya mengolah menjadi komedi yang mampu mengocok perut karena saking lucunya melihat si Bagus.

Dari semua adegan yang mengocok perut itu, sayangnya beberapa momen adegan sangat mudah di tebak. Seperti saat dalam pelarian Bagus dan Masbin masuk ke dalam Truck, ternyata truck kembali ke rumah Amara. Saya rasa banyak penonton yang sudah menduga (termasuk saya). Tapi dengan adanya scene tersebut malah bikin ketawa ngakak juga sih. 

Tapi sebagai hiburan keluarga film ini layak di tonton. Beneran bisa melepas jenuh dan stress, karena sepanjang film, penonton akan di suguhkan karakter dan adegan-adegan lucu para pemainnya.

Jangan lupa mulai tayang tanggal 19 Januari 2016 di bioskop-bioskop kesayangan anda loh




Rabu, 16 November 2016

Adrenaline : Kisah Nyata Rumah Hantu Indonesia

Judul Film               : Adrenaline
Genre                       : Drama Horor
Production House    : Bejo Production - Andalan Media
Executive Producer : Teddy Tjokrosaputro
Producer                  : Musri MD
Director & Editor    : Dwi Ilalang
DOP                        : Halaston Pakpahan
Script Writer & Producer : Rusli Rinchen
Music                      : Viky Sianipar


Jika Anda penggemar film horor based on true story, Adrenaline bisa menjadi referensi tontonan horor di malam Jum'at loh.

Berawal dari penawaran menarik sebuah wahana uji nyali terbesar dan terpopuler di tanah air bernama Rumah Hantu Indonesia membuka lowongan kerja, mencari pemain sebagai "Hantu Baru". Gaji yang di tawarkan lumayan besar. 130 juta dengan kontrak eksklusif dengan royalti 13 persen per tahun seumur hidup. Anehnya, saat awal audisi peserta harus menandatangani kontrak cap jempol dengan darah mereka sendiri.
Adalah Anjani, Viktor, Michael, Kim dan Catherine, 5 pemuda terakhir yang lolos sebagai finalis dan masuk dalam babak Grand Final. Syaratnya mudah, mereka hanya harus bertahan satu malam saja di dalam wahana Rumah Hantu tersebut.

Sebelumnya Viktor, seorang pemuda yang ternyata merupakan teman kecil Anjani saat di panti asuhan menyelidiki wahana uji nyali Rumah Hantu Indonesia. Dalam dugaannya Rumah Hantu Indonesia yang terkenal seram dan keren itu di kendalikan oleh Mr. Hunt, si Raja Setan yang telah membuat perangkap agar semua peserta audisi ter-eliminasi yang berarti mati. Ruh mereka akan terperangkap, di kuasai dan di jadikan penghuni "hantu" baru untuk selamanya.

Sesungguhnya, tanpa di sadari para pengunjung wahana Rumah Hantu Indonesia di takut-takuti oleh "hantu asli" dari roh yang di kuasai setan, karena saat akan masuk wahana diharuskan membaca mantra "Nyews Wheaknos Blenkhut Breakdesh" yang sebenarnya telah mebuka penglihatan mereka ke alam ghaib.

Dalam proses mengikuti audisi itulah, terungkap semua jebakan dan tipu daya Mr. Hunt mengadakan audisi hantu baru di Rumah Hantu Indonesia. Kelima pemuda tersebut dapat lolos dalam jebakan tersebut harus memenuhi  syarat. Salah satunya adalah tidak boleh makan dan minum selama mengikuti audisi. Apakah syarat yang lainnya? Mereka berjuang mati-matian menyelamatkan diri dan memecahkan teka-teki misteri sebelum waktunya habis. Dan satu persatu kenyataan terungkap dalam proses menuju jalan keluar dari wahana Rumah Hantu tersebut.

Saya tergolong penakut untuk urusan menonton film horor baik film lokal maupun film international. Ketika mendengar dan melihat adegan yang mengagetkan itulah rasanya jantung akan terasa mau copot.  Saat akan menonton film Adrenaline ini, saya pikir, ah paling sedikit adegan tegangnya, Toh film Indonesia ga akan serem-serem banget. Paling banter yang keluar pocong (walaupun sebenarnya itupun sudah membuat saya takut). Dari posternya pun tidak terlihat seram dan ada hantunya, jadi saya bekesimpulan, this movie will not scare me.

Para Pemain ADRENALINE
Tapiiii... dugaan saya ternyata salah. Di awal cerita saat menceritakan tokoh Anjani yang sedang berada di panti asuhan, sudah membuat jantung saya copot dan saya harus menutup mata serta mengalihkan mata saya ke hal lain. Setelah itu, sound effect dan kejutan-kejutan seram lainnya berhasil membuat saya hampir menutup mata sepanjang film berjalan. Terutama pada saat apra hantu berkeliaran di sepanjang film. Sensasi menegangkan dan membuat jantung copot ini, pas buat anda yang menyukai film horor dan misteri.

Ya, saya pikir saya sudah bisa menebak akhir dari cerita uji nyali di film ini, ternyata tebakan dan dugaan saya salah. Banyak adegan yang akan membuat kita menduga, oohh ternyata begini, ternyata begitu, pasti begini, pasti begitu. Who knows, akhir cerita tidak akan seperti yang anda bayangin.

Dan jika anda menyimak setiap kata dan adegan dalam film ini, anda akan mengetahui bahwa ada pesan moral yang ingin di tunjukkan Penulis dan Sutradara dalam film ini. Apakah itu? Tonton saja di bioskop, mulai 17 November 2016 ya.

Happy Watching Guys

Liza

Sabtu, 12 November 2016

Seminar Parenting Sekolah Hobihobi : Mempersiapkan Aqil Baligh dengan Bahagia (part 1)


Bung Karno : “Berikan aku sepuluh pemuda, akan kuubah dunia”
Kini : “Berikan aku satu remaja, pusing kepalaku”

Kalimat pertama sering saya dengar, namun untuk kalimat kedua saya baru dengar. Kenapa remaja membuat pusing kepala? Apa bedanya pemuda dengan remaja? Beberapa waktu lalu saya menghadiri Seminar Parenting yang diadakan oleh Sekolah Hobi Hobi Bekasi, dengan tema "Mempersiapkan Aqil Baligh dengan Bahagia". Sebagai Pembicara yaitu Drs Andriano Rusfi, P. Si yang merupakan Konsultan SDM & Pendidikan. Beliau juga sebagai Konsultan Senior PPSDM dan Ketua Dewan Pakar Masjid Salman ITB. Dengan di moderatori oleh Drh Lulu Mariyam Fathurahman, seminar ini memaparkan berbagai problematika remaja dewasa ini.

Aqil Baligh
Drs Andriano Rusfi, P. Si (Pembicara) dan Drh Lulu Mariyam Fathurahman (Moderator)


Nah dari Seminar itulah saya tahu perbedaan remaja dan dewasa. Ternyata persepsi saya selama ini salah loch tentang pengertian remaja, dan sungguh miris sekali mendengar penuturan Pembicara, kenyataan yang kita hadapi sekarang dan di masa akan datang. 

Penelusuran Ilmiah Tentang Remaja

Seluruh literature ilmiah hingga akhir abad 19 tak mengenal terminologi remaja. Berubahnya periode remaja membuktikan bahwa fase ini tidak ajeg dan penelitian psikologi lintas budaya membuktikan bahwa fenomena remaja tidak universal. Periodisasi perkembangan kofnitif (Piaget), seksual (Freud), Sosial (Erikson) dan moral (Kohlberg) tak mengenal fase remaja.

Istilah Remaja baru ada sejak akhir abad 19 yaitu muncul sejak era Revolusi Industri. Saat orang tua  harus keluar rumah dan bekerja, anak-anak terpaksa di titipkan di sekolah sehingga luput untuk mendidik secara mental. Walaupun secara fisik anak-anak tumbuh cepat, namun secara mental tumbuh lambat. Karena sering keluar rumah itulah, orang tua mengganti dengan makanan dan materi sehingga anak-anak cepat besar secara fisik dan juga hormon seksual. Masa inilah anak-anak disebut telah baligh. 



Pernah membaca atau menonton kasus Yuyun di televisi? Seorang gadis 14 tahun di perkosa dimana vagina dan duburnya hancur oleh 12 pemuda, 7 pelaku diantaranya adalah anak di bawah umur. Para pelaku hanya di hukum ringan dengan alasan klasik “masih anak-anak”. Drs Andriano memaparkan hal tersebut karena berdasarkan UU Kriminal, umur di bawah 18 tahun pelaku kejahatan akan di hukum separuh orang dewasa.  Namun yang menjadi pertanyaan, dapatkah mereka di sebut anak-anak jika telah mampu melakukan tindakan seksual?

Fase remaja merupakan fase transisional dengan rentang yang sangat panjang. Jika 18 tahun adalah masa manusia di sebut dewasa, maka anak-anak mulai baligh di usia 9 atau 10 tahun mereka mengalami masa transisi selama 8 / 9 tahun. Dalam masa pencarian identitas mereka di sebut sebagai remaja yang tidak produktif bahkan konsumtif dan destruktif. Pada masa transisi itulah mereka Remaja disebut generasi galau dan bingung dengan identitas, status dan posisi social. 

Dari sinilah di ketahui bahwa remaja, sudah baligh namun belum aqil. Bukan anak tapi belum dewasa. Karena hukum hanya mengenal anak-anak dan dewasa sebagai subjek hukum, dan posisi remaja tidak tercantum.
 

Menyeimbangkan Aqil Dan Baligh dari Anak Menuju Dewasa

Dari penjabaran di atas, dapatlah kita tarik garis merah, bahwa tidak ada istilah remaja terutama dalam Islam. Dari anak menuju dewasa, bukan remaja. Dan ini erat kaitannya dengan Aqil dan Baligh.

Untuk melahirkan generasi yang baik dan sesuai dengan tuntunan agama, Aqil dan Baligh harus menjadi satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan dan harus berjalan berbarengan. Tidak bisa baligh dulu atau aqil dulu agar di kemudian hari anak akan menjadi sepenuhnya dewasa, matang secara fisik dan mental. Juga mandiri, bertanggung jawab, siap memikul beban dan bagian dari suatu solusi bukan menjadi sumber masalah. Berikut komparasi Aqil dan Baligh yang merupakan satu kesatuan dan berjalan bersamaan :

AQIL
BALIGH
Dewasa mental
Pengaruh pendidikan
Berkembangnya akal
Fungsi tanggung jawab
Mandiri, tanggung jawab
Peran ayah + Ibu
Dewasa Fisik
Pengaruh nutrisi
Berkembangnya nafsu
Fungsi reproduksi
Life and death instinct
Peran Ibu + ayah

Misalnya, anak sampai usia 7 tahun masih sangat individual, belumlah waktunya di ajarkan untuk berbagi. Anak usia tersebut alangkah baiknya di berikan pendidikan yang berkreatifitas dan imajinasi. Beda halnya dengan anak 7 tahun ke atas, berikan pengajaran untuk saling berbagi, mengajari bersosialisasi, kedisiplinan sehingga akan mempengaruhi balighnya. Terlalu cepat memberikan pengajaran yang belum waktunya membuat anak akan menjadi cepat dewasa. Sehingga Aqil dan baligh tidak berjalan berbarengan. 


Mengakil Balighkan Anak

Karena sejak Revolusi Industri itulah, para orang tua yang sedianya sebagai garda terdepan dalam pembentukan aqil baligh anak, harus keluar rumah untuk mencari penghidupan, menyerahkan sepenuhnya pengajaran anak kepada Sekolah. Sedangkan di sekolah hanya untuk mengajar pelajaran / keilmuan. Orang tua boleh mendelegasikan tugas pengajaran, namun jangan melimpahkan tanggung jawab mendidik kepada Sekolah. 



Dalam Islam, penanggungjawab utama mendidik adalah ayah, dan pelaksananya adalah bunda. Jika peran ayah minim dalam hal mendidik anak, maka aqil akan telat. Sama halnya dengan Tarbiyah yang merupakan tugas Ayah, sedangkan mengasuh adalah tugas Bunda. Tak perlu berlindung di balik istilah “kualitas pertemuan” lebih penting, namun melupakan mendidik. 

Peran Ayah
Peran Bunda
Man of Vision and Mission
Penanggung jawab
Konsultan Pendidikan
Sang Ego dan Individualitas
Pembangun Sistem Berpikir
Penegak Professional
Supplier Maskulinitas
The Person of Tega
Pelaksana harian pendidikan
Person of love and sincerity
Sang harmoni dan sinergi
Pemilik moralitas dan nurani
Supplier Femininitas
Pembangun Hati dan Rasa
Berbasis Pengorbanan
Sang Pembasuh Luka

Sebagai perbandingan pendidikan di rumah dan sekolah (co-parenting) :
·         Rumah : Penanggungjawab dan pendidik
·         Sekolah : Asisten ahli dan pengajar
·         Rumah : Kehangatan penuh cinta
·         Sekolah : Kawah Candradimuka
·         Rumah : Pengambil Keputusan
·         Sekolah : Expert Opinion



Di kehidupan sesungguhnya dan jaman yang sudah berubah, kehidupan bekerja lebih keras. Di luar semakin tidak aman, namun anak jangan di sembunyikan. Mungkin dapat di terapkan pembagian kegiatan anak :

Untuk anak umur 0 – 7 tahun, adalah hak anak untuk bebas, bebas untuk menggunakan waktu bermain dan belajar, tidak usah di paksakan harus ini dan itu.
Umur 7 – 10 tahun, masuk fase kemandirian individual. Anak bisa di ajarkan untuk mandiri, berbisnis dari rumah, sharing pekerjaan dengan anak, atau mungkin mulai dari mencari uang jajan.
10 – 12 tahun, pendidikan candradimuka, melatih anak untuk berorganisasi untuk berkehidupan. Melatih organisasi berarti melatih manajemen diri, kerjasama, kepemipinan, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan lain sebagainya. Misalnya di mulai dengan mengorganisir rumah, menjadi EO acara keluarga atau terlibat dalam organisasi intra sekolah. 

aqil-baligh

Penutup 

Saya jadi teringat beberapa tahun lalu, pernah mengumpulkan remaja di sekitaran rumah untuk kegiatan Rumah Baca yang saya kelola. Kegiatan seperti English Day, menggambar untuk anak usia TK dan SD, dan mengaji untuk remaja putri. Bahkan sebulan sekali diadakan pengajian untuk putra dan putri dengan dibimbing oleh Ustad yang saya kenal. Pada tahun itu, sekitar tahun 2005 saya sanggup menangani 20-30 anak setiap minggunya, dan mereka dengan senang hati untuk belajar. 

Nah sekarang, dengan berubahnya dunia anak, dimana hampir setiap anak memegang gadget, buat saya secara pribadi sangat sulit mengumpulkan anak usia tanggung untuk berkumpul dan berkegiatan seperti dulu. Bahkan ketika saya ajak, mereka dengan polosnya membully dan mengejek kegiatan tersebut. Di masa mereka, berkumpul seperti suatu keharusan. Nah dari perkumpulan itulah sebenarnya kita, sebagai pendidik dapat memanfaatkan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk mereka. 

Ayah, Bunda, dekatilah anak-anak, tidak hanya memberikan materi berlimpah dan selalu memberikan yang mereka inginkan, tapi juga pendidikan akhlaq agar aqil dan baligh mereka dapat berjalan bersamaan. Sehingga ketika mereka dapat kita lepaskan ke dunia luar, mereka akan menjadi kuat dan dewasa. 

Semoga generasi penerus bangsa ini selalu di lindungi Allah SWT dari pengaruh yang negative dan menghancurkan… amin

Terimakasih kepada Sekolah HobiHobi untuk penyelenggaraan Seminar Parenting yang sangat bermanfaat bagi para pendidik umumnya dan orang tua khususnya. Seminar Parenting akan diadakan rutin oleh Sekolah Hobihobi sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan terhadap perkembangan orang tua dan murid. 

Pembicara dan moderator bersama Kru Sekolah Hobihobi

Untuk cerita lengkap pengalaman penulis menghadiri Seminar Parenting dan cerita tentang sekolah ini akan di tulis dalam "Seminar Parenting Sekolah HobiHobi Part 2". 

Sampai ketemu lagi
love,

Liza